Filosofi Keris Semar Mesem

semarmesem | Artikel
Dari saat pembuatan

keris semar mesem dibuat tidak sekedar seperti pisau belati biasa. Keris ini dibentuk bak sosok Semar lalu dipahat dengan relief-relief rumit dibagian-bagian kerisnya.

Bentuk tersebut bukan sekedar pemerindah saja, namun saat pembuatan relief atau ukiran pada Keris Semar Mesem, Empu pembuat keris tersebut juga harus banyak melakukan usaha batiniah dalam prosesnya.

Empu masa lalu membuat pusaka jimat keris dengan laku riyadhoh yang berat dan doa-doa yang penuh kesungguhan.

Tujuannya tentu agar Keris tersebut berbentuk sosok Semar yang sempurna, jika hasilnya tidak sempurna itu pertanda empu pembuat Keris Semar tidak sungguh-sungguh ikhlas dan pasrah saat membuatnya. Efeknya pusaka tidak memiliki energi Eyang Semar utuh, dan justru dikemudian hari bisa mencelakai pemiliknya.

Maka dari itu Empu pembuat Keris Semar Mesem harus ikhlas, pasrah, dan menguasai ajian Semar Mesem agar energi Semar Mesem bisa memberikan Energi Positif Eyang Semar Mesem bisa memberikan manfaat sesuai harapan dan doa Empu pembuat Keris Semar Mesem.

Dan tujuan para Empu pembuat Keris, ingin siapapun yang membawa Keris Semar ini tidak sombong atau meninggikan diri, dan juga tidak rendah diri. Harus seimbang bak Sosok diri Eyang Semar yang apa adanya namun punya kekuatan besar dalam dirinya yang mampu Memimpin dirinya sendiri untuk yakin dan percaya, maupun mampu memimpin orang lain agar yakin dan percaya pada dirinya sendiri.

 

Saat digunakan oleh Pemilik sarana Keris Semar Mesem

Saat dimiliki oleh seseorang, Keris Semar Mesem bukan hanya sebagai benda pajangan atau benda koleksi saja dan setiap harinya anda melakukan tapa/doa agar selalu diberi Energi Semar Mesem.

Sarana Keris Semar Mesem harus dimanfaatkan dengan baik sebagaimana mestinya.

Keris ini harus dibawa kemanapun, bukan hanya sekedar untuk dipegang saja, tapi benar-benar sebagai ‘Pegangan’ dimana setiap kali anda membawa Pusaka Keris Semar Mesem, anda menyadari jika kemanapun anda pergi anda dilindungi oleh sosok gaib yang baik maka setiap hari anda diharapkan selalu tersenyum disaat apapun itu, karena ada sosok gaib baik melindungi anda, maka atas izin Yang Maha Kuasa juga, anda akan selalu aman dan terhindar dari marabahaya.

Pun juga jika tujuan anda menggunakan Sarana Semar Mesem untuk memikat wanita, maka bersikaplah tenang, tersenyum dengan tulus, dan juga rendah hati saat mendekati wanita tersebut, maka anda akan disambut dengan baik oleh wanita tersebut.

Filosofi sederhananya saat anda memiliki sarana Pusaka Semar Mesem anda menyadari jika anda Bisa menjadi sosok Semar, dan anda dilindungi oleh sosok Semar dimanapun anda berada, maka tidak akan ada hal buruk yang mungkin saja menimpa anda.

 

Eyang Semar Asli Dari Vihara / Klenteng Sampai Ke Makam

semarmesem | Artikel

Kedua tangannya mengeduk-ngeduk pasir pantai. Pada kedalaman 30 cm, ditemukan benda aneh sebesar ibu jari berwarna kehitaman,  berbentuk “semar” dari bahan perunggu.

Itu adalah sedikit cuplikan kisah ditemukannya Patung Perunggu Eyang Semar yang sekarang ada di Klenteng Tjing Tie Miao di Semarang.

Kisah selengkapnya bisa anda baca Berikut ini:

 

Kisah Eyang Semar Di Klenteng/Vihara Tjing Tie Miao Yang Ada Di Semarang

Eyang Semar

Kongco Eyang Semar, bermula pada 31 tahun silam. Saat itu kehidupan klenteng di Indonesia diliputi suasana buram. Pemerintah Orde Baru, melakukan karantina budaya dan ritual orang Tionghoa.

Semua klenteng dilarang operasional, kecuali jika difungsikan sebagai vihara. Pada  suasana memprihatinkan itu, ketua pengurus klenteng Tjing Tie Miao yang berlokasi di Jalan dr. Cipto Semarang suatu malam bermimpi, ditemui “roh Kongco Eyang Semar” yang bersemayam di pantai Parangtritis, Laut Selatan.

Ketua Pengurus Klenteng dan beberapa anggota, diam-diam melakukan ritual ghaib “thiam”, di Parangtritis-Yogyakarta, di tepi pantai Laut Selatan. Malam itu saat ritual berjalan, tiba-tiba “sang ketua” mengalami trance.

Kedua tangannya mengeduk-ngeduk pasir pantai. Pada kedalaman 30 cm, ditemukan benda aneh sebesar ibu jari berwarna kehitaman,  berbentuk “semar” dari bahan perunggu.

Hingga akhirnya dibuatkan Altar tersendiri di Klenteng Tjing Tie Miao untuk menghormati keberadaan Eyang Semar yang dianggap sejajar dengan Dewa Dewi lainnya.

Bahkan dipercaya orang-orang yang berdoa di altar Eyang Semar kehidupan kesuksesannya hampir semuanya dikabulkan. Maka tak heran jika banyak orang khusuk sembayang di tempat itu

Hal ini membuktikan jika keberadaan sosok Eyang Semar memang ada keberadaanya, hingga peninggalan sosok Semar dalam bentuk Kongco (Patung Dewa) pun ada di Klenteng tersebut. Bahkan energi positifnya bisa membantu menjadi perantara agar lebih cepat mencapai kesuksesan.

 

Kisah Eyang Semar Di Klenteng/Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa Yang Ada di Sukabumi

Selain di Klenteng Tjing Tie Miao, altar Eyang Semar pun juga ada di Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa yang ada di Sukabumi.

Eyang Semar Di Klenteng/Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa Yang Ada di Sukabumi

Di Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa pun terdapat beberapa altar, diantaranya:

  1. Dewi Bumi Nam Hai
  2. Julaihud
  3. Dewi Kwan Im
  4. Padepokan Eyang Semar yang juga terdapat Semar, Gareng, Petruk
  5. Padepokan Prabu Siliwangi
  6. Se Mien Fo
  7. Padepokan Ratu Pantai Selatan

Yang masing-masing berada pada 1 tingkat.

Altar-altar tersebut pun tidak asal dibuat, altar, bangunan, tempat, dan segala isi yang ada di Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa pun tak asal dibuat. Melainkan berdasarkan mimpi Mama Airin (Anothai Kamonwathin).

Asal mulanya, Mama Airin bermimpi bahwa di lokasi vihara ini, 600 tahun silam (Dinasti Qing), vihara ini telah ada, tetapi menjadi hilang karena termakan waktu. Itulah sebabnya ia berinisiatif untuk kembali membangun vihara ini. Setelah mencari lokasi yang mirip dalam mimpinya di Gunung Batu, Malang, dan Gunung Kidul, Yogyakarta, Mama Airin akhirnya menemukannya di daerah Sukabumi.

Hal ini pun menjadikan bukti, jika Eyang Semar sangat dihormati dan dihargai sejajar dengan sosok-sosok Dewa Dewi lainnya.

 

Makam Petilasan Eyang Semar

Selain dipercaya keberadaanya di Vihara/Klenteng. Pun juga ada makam Eyang Semar di  Gunung Srandil diyakini sebagai petilasan Kaki Semar, atau ‘kaki’ dalam bahasa banyumasan berarti ‘kakek’, dan pangreh (penguasa) alam gaib lainya.

makam Eyang Semar di  Gunung Srandil

Mereka inilah yang diyakini akan memberikan kekuatan dan wangsit jika kita melakukan berbagai tirakat dan laku yang disyaratkan.

Gunung yang namanya dipercaya berasal dari kata ‘Suro Lan Adil’ ini juga konon menjadi favorit Presiden Soeharto cari wangsit. Ini salah satu tempat pertapaan yang harus dilaluinya untuk menjadi presiden.

 


Nah, karena Eyang Semar memiliki kedudukan yang cukup tinggi dan tersohor namanya maka tak heran jika banyak orang yang ingin mendapatkan energi positif Eyang Semar

Untuk mendapatkan energi posititf Eyang Semar, sekarang lebih mudah, karena anda dapat mendapatkannya melalui perantara sarana Semar Mesem dari Ibu Dewi Gayatri, dimana Ibu Dewi Gayatri telah melakukan proses pengisian energi Eyang Semar, melalui 3 tempat tersebut.

Dimana tempat-tempat yang ada sosok Semar merupakan “Gerbang” pertemuan gaib agar bisa bertemu dengan Eyang Semar dan mendapatkan energi Spiritual darinya.

Maka dari itu Ibu Dewi Gayatri menyambangi dan melakukan ritual di tempat tempat tersebut. Agar sarana dari beliau dapat memberikan Energi Semar Mesem yang maksimal sesuai dengan keinginan anda.

Sarana Mustika Semar Mesem:

  1. Keris Semar Mesem   —>   Cari Tahu Selengkapnya klik Disini
  2. Batu Mustika Semar Mesem   —>   Cari Tahu Selengkapnya klik Disini
  3. Minyak Semar Mesem   —>   Cari Tahu Selengkapnya klik Disini
  4. Ajian Semar Mesem   —>   Cari Tahu Selengkapnya klik Disini
Chat WhatsApp Langsung Disini